Minggu, 30 Januari 2011

NU Tidak Sekedar Tahlil, Manaqib, dan Qunut

NU Tidak Sekedar Tahlil, Manaqib, dan Qunut
Oleh Abdul Basyid*

     Tanggal 31 Januari usia Nahdlotul Ulama genab berusia 85 tahun.  Sebagai jam'iyah diniyah ( organisasi keagamaan ) NU mempunyai tanggung yang tidak ringan terutama yang menyangkut harkat dan martabat manusia ( ummat ). Apalagi di tengah   masyarakat yang sedang mengalami euforia   kebebasan memilih dan kebebasan berkenyakinan.
Melihat kondisi tersebut secara NU sebagai jama'ah atau jam'iyah harus berperan aktif dalam menyongsong perubahan tersebut. Mengingat mayoritas penduduk Indonesia adalah  NU dan kebanyakan berada di desa.
    Upaya proaktif dalam menyikapi kondisi perubahan jaman selaras dengan tujuan didirikannya NU yakni memelihara, melestarikan, dan mengamalkan ajaran islam yang berhaluan Ahlussunah Waljamaah dengan menganut salah satu mazhab, serta mempersatukan langkah para ulama beserta pengikut - pengikutnya dan melakukan kegiatan - kegiatan yang bertujuan untuk menciptakan kemaslahatan masyarakat, kemajuan bangsa dan ketinggian harkat serta martabat manusia.
Dari tujuan itu, jelas bila NU tidak hanya berkutat dengan tahlil dan manaqib seperti yang dituduhkan organisasi lain. NU sangat peduli sekali terhadap kualitas hidup  manusia ( khoirul ummah) baik kualitas keilmuan maupun kualitas material. Karena itu, akan berdampak terhadap kemajuan bangsa. Dan ini oleh NU disadari betul, bahwa semakin tinggi kualitas sumberdaya yang dimiliki sebuah bangsa akan berimbas pada kemakmuran bangsa. Seperti Jepang, Jerman, dan lain - lain.
Di sisi lain NU juga harus membetengi ummatnya agar martabat dan kenyakinannya dirusak oleh arus globalisasi informasi. Banyak generasi muda  bangsa ini yang terpaksa berguguran di tengan jalan  karena  mereka  tidak siap menahan kuatnya arus globalisasi informasi. Ini bisa dilihat dari banyaknya  prilaku mereka yang menyimpang.     
Bahkan yang tidak kalah histerisnya adalah munculnya budaya kekerasan di setiap kali ingin menyelesaikan masalah. Mereka lebih percaya kepada pentungan dan lemparan batu dari pada putusan  sang pengadil.
Refitalisasi dan Reposisi Lembaga  NU
      Melihat semakin besarnya tantangan ke depan NU ke depan tidak ada salahnya jika NU melakukan refitalisasi semua lembaga yang berada di bawah NU. Buka kesadarannya, ubah maind sett nya dari aktif ke kreatif, dari apa yang harus saya kerjakan menjadi saya harus bekerja. Jika semangat itu tumbuh pada setiap pelaku organisasi maka  NU akan benar - benar NU. Bukan NU yang berarti nunut urip.
Gerakan Khoirul Ummah 
      Untuk menyukseskan gerakan khoirul ummah NU memantabkan tiga pilar jalur yakni dakwah, pendidikan dan sosial kemasyarakatan. Jalur dakwah pada NU menjadi tanggung jawab lembaga dakwah NU ( LDNU ). Lembaga ini bertugas menyiapkan dai – dai muda  yang tanggungnya  melakukan sosialisasi tentang ajaran ahlussunah wal jamaah dan gerakan amal makruf nahi munkar di masyarakat. Di jalur pendidikan, NU memberi tanggung jawab kepada Lembag Pendidikan ( LP ) Ma'arif.
     LP. Ma'arif mempunyai otonomi penuh untuk menentukan strategi pembelajaran di sekolah – sekolah yang ada lingkungan NU. Mulai SD / MI hingga SMA.Sedangkan sosial kemasyarakatan di lingkungan organisasi NU cukup banyak. Baik yang bentukan PBNU atau PP. Muslimat. Yang bentukan PBNU seperti LP2NU, LAZISNU, LPKNU, LAKPESDAM dan lain - lain. Sedangkan yang  bentukan muslimat seperti panti asuhan, rumah bersalin, YKK NU, TK Muslimat dan lain - lain.
Semoga keberadaan Nahdlotul Ulama di tengah masyarakat dapat menciptakan ukhuwah wathoniyah, ukhuwah basyariyah dan ukhuwah islamiyah.  Amin.
Abdul Basyid
Sekretaris Lesbumi kec. Kaliwungu Selatan
Tinggal di perumahan Kaliwungu Indah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar