Minggu, 30 Januari 2011

Cara Sehat Menghadapi Ujian Nasional

Bulan pertama di semester kedua  sebentar lagi berakhir. Pelaksanaan ujian pun tinggal menghitung hari ( 18 – 21 April ). Untuk siswa kelas XII pikiran  dan energi mulai tertuju ke ujian nasional ( UN ). Bagi pelajar  yang suka tantangan tidak ada alasan takut atau stress ketika akan menghadapi ujian nasional. Menurutnya ujian nasional itu menjadi begitu luar biasa karena pemberitaan media massa dan perdebatan pro dan setuju yang tak kunjung selesai.
      Bagi siswa yang suka tantangan ujian nasional,  merupakan kesempatan yang paling berharga untuk membuktikan kepada orang tua selama bersekolah. Sekaligus sebagai awal untuk untuk berkarya di masyarakat  bagi siswa SMA atau SMK yang tidak melanjutkan. Sedangkan  bagi siswa SD, SMP, dan SMA yang ingin melanjutkan uijan nasional merupakan kunci untuk membuka prestasi yang lebih tinggi.
          Agar ujian nasional dapat berbuah maksimal harus kita songsong. Salah satunya dengan resep empat sehat lima sempurna. Pertama Mengatur waktu. Waktu setiap hari tidak pernah berkurang atau bertambah yakni 24 jam. Siapa pun orangnya, apapun profesinya tetap mendapat jatah yang sama. Bagi siswa yang ingin sukses dalam uijan nasional langkah pertama harus dapat menyusun skala prioritas. Artinya hal – hal tidak perlu yang selama ini cukup menyita waktu, untuk sementara ditunda dahulu.
          Kedua Belajar. Memang belajar sudah dilakukan selama ini. Tapi untuk meyambut tamu istimewa yang bernama ujian nasional belajar harus sedikit dinaikan intensitasnya. Agar buah yang dihasilkan tidak mengecewakan. Tiga perbanyak variasi latihan soal. Setiap kali akan ujian nasional pemerintah terlebih dahulu mengeluarkan rambu – rambu soal / standar kelulusan. Dengan harapan belajar siswa lebih terarah. Disamping itu, siswa juga bisa menerka – terka soal – soal seperti apa yang akan diujikan nanti. Dengan memperbanyak variasi latihan soal insyaallah akan menambah perbendaharaan siswa. Ingat peribahasa lancar kaji karena diulang.
          Empat Konsultasi kepada guru. Salah satu penghambat kelancaran proses belajar mengajar adalah kurangnya komukasi antara guru dan siswa. Bapak ibu guru sudah membuka ruang seluas – luasnya, bahkan sampai pintu rumahnya dibuka  selebar – lebarnya untuk siswa yang mengalami masalah persiapan  ujian nasional. Baik itu masalah akademik maupun nonakademik. Bapak ibu guru tidak meminta imbalan sedikitpun dari kegiatan tersebut. Bagi bapak ibu guru keberhasilan siswa dalam melaksanakan ujian adalah sesuatu yang tiada terkira harganya. Bahkan melebihi dari 100 kali jumlah rupiah sertifikasi.
          Keempat resep tersebut jika dijalankan secara istiqomah, ujian nasional tidak lagi menjadi terror bagi siswa. Namun demikian, tidak ada jeleknya bila resep ujian nasional tersebut kita sempurnakan dengan yang kelima yakni berdoa.  Berdoa secara etimologis berarti "meminta kepada Allah" . Bagi mereka yang  mempunyai keinginan ( hajat)  ukhrawi maupun duniawi diharapkan lebih mendekatkan diri kepadaNya. Karena berdoa bukanlah untuk kepentingan Allah melainkan untuk kepentingan manusia itu sendiri. Maka janganlah diperdebatkan ketika istighosah atau doa bersama dilakukan guna memberi ketenangan mental siswa.
                                                                                                           
                                                                                                              Penulis  :
                                                                                                             Abdul Basyid, S.Pd
                                                                                                             Guru SMA N 1 Kaliwungu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar