Oleh Abdul Basyid *
Kaliwungu Selatan merupakan kecamatan baru di lingkungan kabupaten.
Usianyapun belum genap lima tahun. Sebagai pecahan dari kecamatan kaliwungu, Kaliwungu Selatan mempunyai potensi yang sangat menjanjikan. Terutama potensi dari sumber daya yang berupa hasil kebun. Seperti bengkuang, pete, durian, rambutan dan lain - lain.
Di antara hasil kebun itu, ada salah satu yang patut kita garis bawahi adalah bengkuang / besusu. Bengkuang kecamatan Kaliwungu Selatan banyak dihasilkan oleh petani desa Magelung dan Protomulyo. Bengkuang yang dihasilkan oleh dua desa tersebut sangat luar biasa. Selain berukuran besar, kandungan airnya cukup banyak. Sehingga sangat menyegarkan ketika di makan di musim kemarau. Apalagi jika untuk rujakan atau lotekan.
Kualitas bengkuang yang dihasilkan desa Magelung dan Proto mulyo tidak terlepas dari kondisi geografis dan kontur tanah desa tersebut. Secara umum semua desa yang ada di Kaliwungu Selatan berada 12 m di atas permukaan laut Jawa. Sehingga wilayah Kaliwungu Selatan banyak berupa bukit atau tanah tegalan. Dan ditambah lagi curah hujannya pun lumayan mendukung untuk keperluan berladang atau berkebun yakni 83 mm dengan rata – rata perbulan 7 mm. Bahkan sebagian dari tanah yang ada di desa Proto mulyo adalah tanah merah.
Melihat bengkowang atau besusu yang belum tergarap pemasarannya secara maksimal oleh petani Magelung dan Protomulyo membuat kita prihatin. Memang harga bengkuang satu ikat hanya Rp. 3.500,00. Tapi paling tidak dengan menjadikan bengkuang sebagai ikon Kaliwungu Selatan. Maka sedikit banyak akan mempengaruhi harga di pasaran. Dengan demikian kesejahteraan petani bengkuang sedikit terangkat.
Salah satu strategi yang belum dilakukan adalah memanfaatkan jalan pangeran juminah sebagai ruang etalase memajang bengkuang. Mengingat jalan Pengeran Juminah adalah jalan alternatif menuju Solo yang lewat Kaliwungu. Belum lagi jalan tersebut merupakan jalan utama menuju obyek wisata Air Panas Gonoharjo dan Goa Kiskendo dari arah utara. Sehingga setiap hari Minggu atau hari – hari libur jalan tersebut ramai dilalui rombongan keluarga atau muda – mudi yang akan berekreasi.
Campur Tangan Kecamatan
Kondisi belum maksimalnya mengemas bengkuang ini, karena kurang tanggapnya pihak pemerintah kecamatan. Jika pemerintah kecamatan sedikit peduli dengan menginstrusikan agar warga desa Magelung dan Protomulyo memanfaatkan pinggir jalan sebagai ruang untuk promosi bengkuang. Seperti ketika musim durian. Maka nantinya bengkuang akan menjadi sauvenir atau buah tangan bagi mereka yang bepergian / melintas di jalan Pangeran Juminah.
Atau paling tidak pemerintah memberi ruang untuk menjajakan hasil kebunnya. Sehingga para petani tidak terlalu membuang energi dan biaya.
Cerry Prothol
Salah keunikan dari Kaliwungu Selatan adalah tansportasi. Transportasi reguler yang dipakai masyarakat adalah Cerry Prothol atau cerry pick up. Cerry Prothol atau cerry pick up menjadi transportasi utama yang melayani rute seluruh desa yang ada di Kaliwungu Selatan. Jumlah cerry prothol lumayan banyak yakni 75 buah, yang terorganisir dalam IPAPPA. Setaip harinya yang beroperasi mencapai 50 buah. Trayeknya dari pasar Sore Kaliwungu hingga desa Sido Makmur dan desa Jeruk Giling.
Keberadaan cerry prothol sangat membantu mobilitas masyarakat Kaliwungu Selatan. Terutama untuk mengangkut hasil bumi ke pasar di sekitar Kaliwungu, seperti pasar Gladak, pasar Pagi, pasar Srogo, bahkan hingga ke pasar Johar Semarang. Jam operasinya pun dari pukul 04.00 hingga pukul 18.00 WIB.
Pada pukul tertentu yakni antara pukul 06.00 – 17.30 WIB, cerry prothol mengangkut penumpang dari anak sekolah, karyawan, atau bahkan pegawai. Dari sisi ongkos cerry prothol lumayan lebih murah dari ojek dan dari juga tidak terlalu lama menunggu.
Terlepas boleh tidaknya cerry prothol dijadikan angkutan penumpang, tidak ada jeleknya jika keberadaan cerry prothol dikemas lebih indah dan menarik. Agar keselamatan penumpang juga terlindungi terutama dari panas dan hujan. Sehingga suasana nyaman berkendaraan tetap terpelihara. Seperti penambahan untuk sandaran punggung, tempat duduk, dan atap.
Jika terealisasi bukan tidak mustahil cerry prothol akan menjadi ikon kedua setelah bengkuang.
Abdul Basyid
Penulis adalah sekretaris
Lembaga Seni dan BudayaMuslimin Indonesia
(Lesbumi) Kecamatan Kaliwungu Selatan
tinggal di Perum. Kaliwungu Indah
RT 03 / RW 10
Tidak ada komentar:
Posting Komentar