Senin, 31 Januari 2011

Essay Lepas :

Refleksi Makna Warna Bendera
Oleh : Abdul Basyid, S.Pd
Menjadi satu yang menarik ketika melihat sekumpulan bendera berjajar. Dengan warna dan gambar yang beraneka rupa. Kemeriahan kibaran mengusik cerita lama yakni bahwa warna dan gambar merupakan perlambang / isyarat sebuah organisasi. Sehingga orang dapat menerka – terka kemana organisasi ini akan dibawa.
Lalu bagaimana dengan merah putih ? Merah putih adalah warna bendera bangsa Indonesia. Hal ini telah tegaskan dalam UUD 1945 yakni pasal 35. Dengan demikian tidak ada dalih untuk mengibarkan bendera kebangsaan selain warna merah putih di seluruh negeri – dari Sabang sampai Merauke.
Pengibaran bendera kebangsaan selain merah putih jelas suatu pelanggaran konstitusi. Pun melukai hati pejuang negeri ini. Selain alasan tersebut merah putih mempunyai nilai – nilai yang luar biasa untuk negeri ini. Sepeti nilai historis, patriotis, nasionalis, dan kebersamaan.
Arti Merah Putih
      Suatu hari, seorang guru SD kelas V tengah bercerita tentang makna dari warna sangsaka merah putih. Dengan semangat berapi – api beliu menjelaskan hakikat dari warna merah. Katanya merah itu berani, merah itu semangat, merah itu pantang menyerah sambil tangannya mengepal ke atas. Lalu diapun memberikan contoh prilaku yang mencerminkan warna merah di kehidupan sehari – hari. Seperti tegas dalam mengambil keputusan, pantang menyerah dalam bekerja dan belajar, loyal dan hormat terhadap peraturan. Dan diapun tak lupa dia mengambil contoh para pahlawan negeri ini. Seperti Pangeran Diponegoro, Bung Hatta, Hasanudin, dan Jendral Sudirman.
       Selesai bercerita tentang hakikat warna merah pada bendera Indonesia, sang gurupun mulai menjelaskan tentang hakikat warna putih. Dengan kelembutan seorang guru dia mengatakan bahwa putih itu suci, putih itu ikhlas atau tanpa pamrih, putih itu kejujuran. Diapun tak lupa memberi contoh prilaku yang menyimpang dari makna warna putih. Seperti korupsi, berdusta, manipulasi, pungli, dll.
      Selesai menjelaskan hakikat warna bendera, Sang guru SD kelas V meminta kepada siswanya tatkala upacara bendera harus tertib dan tenang, apalagi disaat pengibaran sangsaka merah putih. Muridpun terdiam mendengar ajakan dari sang guru.
       Selesai menjelaskan dan menyampiakan himbauan sang guru memberi waktu kepada anak didiknya untuk bertanya.
Siapa yang kurang jelas ... ?
Silahkan bertanya .... ! kata Sang guru.
Dengan agak takut Dita bertanya.
" Bu ! Apakah adakah kemungkinan bendera Indonesia akan berubah warnanya  jika prilaku dari pejabat tidak mencerminkan dari warna merah dan putih ? " Kata Dita.
  1. " Bu ! Mengapa bendera merah putih yang di kantor - kantor pemerintahan warna kok sudah tidak jelas. Apakah itu gambaran dari prilaku pejabat kita ? " kata Mamat
" Bu ! Mengapa bendera kita tidak mau berkibar dengan gagahnya di negeri ini ? Apakah itu sebagai isyarat kalau di negeri ini tidak kompak lagi antara pemerintah dan yang diperintah ? "Kata Manurung.
Mendengar pertanyaan dari murid – muridnya sang guru itu pun mengatakan” baiklah anak – anakku dari pertanyaan itu ibu guru akan berusaha untuk menjawab tapi setelah melihat fakta di lapangan agar jawaban ibu nanti tidak menjadi fitnah”. Insyaallah !



Abdul Basyid, S.Pd

Minggu, 30 Januari 2011

Bengkuang Magelung Siap Diorbitan

Bengkuang Magelung Siap Diorbitan
Oleh Abdul Basyid *
     
Kaliwungu  Selatan merupakan kecamatan baru di lingkungan  kabupaten.                    
Usianyapun belum genap lima tahun. Sebagai pecahan dari kecamatan kaliwungu,  Kaliwungu Selatan mempunyai  potensi yang sangat menjanjikan. Terutama potensi dari sumber daya  yang berupa  hasil kebun. Seperti bengkuang, pete, durian, rambutan dan lain - lain.
       Di antara hasil kebun itu, ada salah satu yang patut kita garis bawahi adalah  bengkuang / besusu. Bengkuang kecamatan Kaliwungu Selatan banyak dihasilkan oleh  petani desa Magelung dan Protomulyo.  Bengkuang yang dihasilkan oleh dua desa tersebut sangat luar biasa. Selain berukuran besar, kandungan airnya cukup banyak. Sehingga sangat menyegarkan  ketika di makan di musim kemarau. Apalagi jika untuk rujakan atau lotekan.
        Kualitas bengkuang yang dihasilkan desa Magelung dan Proto mulyo tidak terlepas dari kondisi geografis dan kontur tanah  desa tersebut. Secara umum semua desa yang ada di Kaliwungu Selatan berada 12 m di atas permukaan laut Jawa. Sehingga wilayah Kaliwungu Selatan banyak berupa bukit  atau tanah tegalan. Dan ditambah lagi curah hujannya pun lumayan mendukung untuk keperluan berladang  atau berkebun yakni 83 mm dengan rata – rata perbulan 7 mm. Bahkan sebagian dari tanah yang ada di desa Proto mulyo adalah tanah merah.
       Melihat bengkowang atau besusu yang belum tergarap pemasarannya secara maksimal oleh petani Magelung dan Protomulyo membuat kita prihatin. Memang harga bengkuang satu ikat hanya Rp. 3.500,00. Tapi paling tidak dengan menjadikan bengkuang sebagai ikon Kaliwungu Selatan. Maka sedikit banyak akan mempengaruhi harga di pasaran. Dengan demikian kesejahteraan petani bengkuang sedikit terangkat.
      Salah satu strategi yang belum dilakukan adalah memanfaatkan jalan pangeran juminah sebagai ruang etalase memajang bengkuang. Mengingat jalan Pengeran Juminah adalah jalan alternatif  menuju Solo yang lewat Kaliwungu. Belum lagi jalan tersebut merupakan jalan utama menuju obyek wisata Air Panas Gonoharjo dan Goa Kiskendo dari arah utara. Sehingga setiap hari Minggu atau hari – hari libur jalan tersebut ramai dilalui rombongan keluarga atau muda – mudi yang akan berekreasi. 
Campur Tangan Kecamatan
Kondisi belum maksimalnya mengemas bengkuang ini, karena kurang tanggapnya pihak pemerintah kecamatan. Jika pemerintah kecamatan sedikit peduli dengan menginstrusikan agar warga desa Magelung dan Protomulyo memanfaatkan pinggir jalan sebagai ruang untuk promosi bengkuang. Seperti ketika musim durian. Maka nantinya bengkuang akan menjadi sauvenir atau buah tangan bagi mereka yang bepergian / melintas di jalan Pangeran Juminah.
          Atau paling tidak pemerintah  memberi ruang untuk menjajakan hasil kebunnya. Sehingga para petani tidak terlalu membuang energi dan biaya. 
Cerry Prothol
          Salah keunikan dari Kaliwungu Selatan adalah tansportasi. Transportasi reguler yang dipakai masyarakat adalah Cerry Prothol atau cerry pick up. Cerry Prothol atau cerry pick up menjadi transportasi utama  yang melayani rute seluruh desa yang ada di Kaliwungu Selatan. Jumlah cerry prothol lumayan banyak yakni 75 buah, yang terorganisir dalam IPAPPA. Setaip harinya yang beroperasi mencapai 50 buah. Trayeknya dari pasar Sore Kaliwungu hingga desa Sido Makmur dan desa Jeruk Giling.
             Keberadaan cerry prothol sangat membantu mobilitas masyarakat Kaliwungu Selatan. Terutama untuk mengangkut hasil bumi ke pasar di sekitar Kaliwungu, seperti pasar Gladak, pasar Pagi, pasar Srogo, bahkan hingga ke pasar Johar Semarang. Jam operasinya pun dari pukul 04.00 hingga pukul 18.00 WIB.
             Pada pukul tertentu yakni antara pukul 06.00 – 17.30 WIB, cerry prothol mengangkut penumpang dari anak sekolah, karyawan, atau bahkan pegawai. Dari sisi ongkos  cerry prothol lumayan lebih murah dari ojek dan dari juga tidak terlalu lama menunggu.
             Terlepas boleh tidaknya cerry prothol dijadikan angkutan penumpang, tidak ada jeleknya jika keberadaan cerry prothol dikemas lebih indah dan menarik. Agar keselamatan penumpang juga terlindungi terutama dari panas dan hujan. Sehingga suasana nyaman berkendaraan tetap terpelihara. Seperti penambahan untuk sandaran punggung, tempat duduk, dan atap.
             Jika terealisasi bukan tidak mustahil cerry prothol akan menjadi ikon kedua setelah bengkuang.  

Abdul Basyid
 Penulis adalah sekretaris
Lembaga Seni dan BudayaMuslimin Indonesia
(Lesbumi) Kecamatan Kaliwungu Selatan
tinggal di Perum. Kaliwungu Indah
 RT 03 / RW 10                   




”BERIBADAT” LAH UNTUK PILKADA



”BERIBADAT” LAH UNTUK PILKADA
Oleh : Abdul Basyid

       Di tahun 2010 ini, ada 17 daerah tingkat dua di Jawa Tengah yang menyelenggarakan pesta demokrasi.  Salah satunya adalah kabupaten Kendal  yang pelaksanaannya hari Minggu tanggal 6 Juni 2010. Bahkan rencana tersebut telah disosialisaikan jauh –jauh hari dengan harapan masyarakat Kendal dapat berpartisipasi. .
        Terlepas dari sosialisasi atau promosi, masyarakat berharap pilkada tahun ini membawa kemaslahatan bagi kabupaten Kendal. Sehingga predikat  kurang baik untuk kabupaten ini dapat  tertutupi dengan proses pilkada yang fair play , elegan, dan penuh tanggung jawab.
         Untuk menghindari rendahnya partisipasi masyarakat dalam pilkada perlu disusun formula yang tepat sehinngga masyarakat termotivasi datang untuk menyampaikan hak suaranya sehingga masyarakat Kendalah yang menjadi pemenang utama dalam kegiatan tersebut. Salah satunya cara adalah dengan  mengangkat Slogan Beribadat sebagai nafas dalam pemilihan kepala daerah.
Nilai – Nilai Beribadat.
       Beribadat merupakan akronoim dari kata Bersih, Indah, Barokah, Damai, Aman dan Tertib. Kata – kata tersebut mempunyai  nilai – nilai  sekaligus harapan masyarakat kabupaten Kendal. Maka tidak ada salahnya jika nilai – nilai itu menjadi warnai dan barometer pilkada di kabupaten Kendal.
        Bersih. Bersih itu bebas dari kotoran ( KBBI : 125 ). Para calon bupati diharapkan juga seperti itu. Bebas segala berita miring, bebas dari prilaku negatif, atau bebas dari sangkaan korupsi. Mengingat  bupati adalah pejabat negara yang setiap harinya akan menjadi suri tauladan bagi masyarakat.
        Indah. Indah dalam KBBI mempunyai  dua arti. Pertama keadaan enak dipandang dan yang kedua indah berarti peduli ( KBBI : 376 ). Jika menilik arti tersebut dapat di simpulkan bahwa keadaan enak dipandang berhubungan dengan  penataan kondisi lingkungan. Sedangkan peduli mempunyai korelasi dengan kepekaan sosial. Maka sangat relevan bila  kata indah dalam slogan beribadat dijadikan program pada saat kampaye. daripada saling mencerca atau menyerang calon yang lain (black campaign). Isu kampaye yang pas dengan kata indah seperti strategi pengestasan kemiskinan, peningkatan pelayanan kesehatan, pendidikan murah dan berkualitas  di tingkat SMA, dan perlindungan terhadap pedagang kecil dan TKI.
        Barokah. Sebuah kata yang sering diucapkan, namun sulit untuk dijabarkan tapi dapat dirasakan. Kata barokah tidak ditemukan dalam KBBI. Yang ada kata Berkah. Berkah bermakna karunia tuhan yang mendatangkan kebaikan bagi kehidupan manusia (KBBI:124). Dapatkah  hasil pilkada di kabupaten Kendal membawa berkah ? Kalau kita lihat akhir – akhir ini di seluruh Indonesia banyaknya persoalan yang menimpa pejabat negara  berujung di penjara. Masya allah.
         Cukuplah itu berhenti sampai di sini. Semoga pilkada di kabupaten Kendal memunculkan orang – orang yang membawa manfaat untuk kemajuan dan  kemakmuran masyarakat Kendal. Cerita masa lalu biarlah menjadi potret buram dan bahan renungan bersama.
         Damai. Damai bermakna tidak ada kerusuhan, aman, dan  rukun ( KBBI: 207). Menang sesuatu yang idamkan, kalah jangan sampai terjadi itulah cita -  cita para kontestan. Jika itu terus terpatri dibenaknya maka akan membawa dampak luar biasa. Yang ujung – ujungnya tidak dapat menerima hasil dari pilkada. Sehingga muncullah prilaku anarkhis.
           Rrilaku anarkhis sering mewarnai pelaksanaan pikada. Secara umum anarkhis dikelompokkan menjadi tiga yakni anarkhis prapemilihan, saat pemilihan, dan pascapemilihan. Anarkhis prapemilihan  seperti kampaye hitam, serangan fajar, atau pada tataran administrasi seperti DPT yang tidak valid, paksaan terhadap KPU, kertas suara yang rusak. Anarkhis di saat pemilihan juga sering muncul. Apakah itu pesanan atau rendahnya kualitas pelaksana. Seperti KPPS membiarkan para saksi berkeliaran di dekat bilik suara, meloloskan orang memilih dua kali.  Anarkhis pascapemilihan merupakan imbas dari dua anarkhis di depan. Yang akhirnya memunculkan brutalisme di tingkat bawah.           
         Aman. Banyak cerita tentang  ketidakpuasan hasil pilkada. Yang akhirnya memunculkan gejolak di daerah tersebut hingga berlarut – larut. Jika hal itu tidak diantisipasi sejak awal oleh para kontestan dan panitia penyelengra (KPU)ketentraman daerah itu menjadi taruhannya. Kondisi ini jelas bertentangan dengan kata aman yang diisyaratkan dalam kendal beribadat. Aman bermakna tentram ( KBBI: 29). Untuk itu mari kita canangkan empat aman yakni aman persiapan, aman pelaksanaan, aman perhitungan dan aman pelantikan.
         Tertib.  Tertib adalah teratur / sesuai dengan aturan (KBBI:1049). Dari definisi tertib sudah jelas pilkada dapat berjalan lancar jika semua kontestan mematuhi aturan yang berlaku. Hindari hal – hal yang tidak sehat seperti kampanye sebelum waktunya, mobilisasi PNS, saling fitnah, dll.  
           Ayo sudah saatnya kedepankan nilai beribadat pada saat pemilihan kepala daerah di kabupaten Kendal. Perkara siapa yang menang sepenuhnya adalah irodat Nya yang Maha Kuasa.
          
Abdul Basyid
 Penulis adalah sekretaris
Lembaga Seni dan Budaya Muslimin Indonesia
(Lesbumi) Kecamatan Kaliwungu Selatan
tinggal di Perum. Kaliwungu Indah.

Nilai Mandiri Upacara Bendera

Nilai Mandiri Upacara Bendera
Oleh : Abdul Basyid, S.Pd

       Pagi itu  anak – anak berseragam lengkap  berduyun – duyun ke lapangan. Mereka terus berbanjar membentuk barisan dengan sikap yang sempurna. Pemandangan ini terus terjadi setiap pukul 07.00 pada hari Senin. Kondisi ini terus berlangsung sepanjang masa. Lebih hebatnya lagi anak melaksanakan rutinitas dengan penuh kesadaran. Mereka yang bertugaspun telah terlebih dahulu berada di lapangan. Peristiwa ini terkadang diabadikan oleh sekolah sebagai bentuk prestasi tersendiri.
       Lalu apa itu  upacara ? Upacara adalah kegiatan yang dilaksanakan di dalam atau di luar ruangan ( lapangan ) yang urut – urutan acaranya telah ditentukan atau ditetapkan oleh kantor / instansi yang terkait. Contoh upacara sekolah, upacara Hardiknas, upacara
Sumpah Pemuda. Untuk upacara sekolah berarti semua acaranya telah disesuaikan dengan Tata Upacara Bendera ( TUB ) yang dikeluarklan oleh departemen pendidikan dan olahraga.
        Mengapa setiap sekolah menyelenggarakan upacara bendera ? Banyak alasan yang disampaikan. Tapi secara umum sekolah setuju jika upacara dilaksanakan secar rutin di sekolah. Lalu bagaimana dengan siswanya ? Apakan mereka sepakat ! Untuk itu agar tidak terjadi kerancuan perlunya disampaikan kepada siswa bahwa upacara bukan semata – semata menunggu teriknya matahari. Tetapi ada tujuan dan manfaat yang lain. Seperti menumbuhkan rasa bangga bersekolah, sebagai ajang ta’aruf dan kompetisi antarkelas, tempat menyampaikan informasi dari sekolah, dan memotivasi siswa.

Memotivasi Siswa
          Motivasi  kepada siswa tidak harus disampaikan dengan bahasa verbal di kelas. Namun dapat pula motivasi disampaikan dalam bentuk nonverbal. Penyampaian motivasi nonverbal dapat dilaksanakan di saat upacara bendera. Yakni dengan cara penyampaian / penyerahan hadiah / reward kepada sisewa yang berprestasi. Dengan demikian semua siswa sekolah tersebut tahu jika sekolah sangat perhatian kepada siswa yang telah membuktikan kalau dirinya berjuang untuk sekolah.
          Proses penyerahan tersebut jelas menumbuhkan kebanggaan bagi siswa yang menerima atau yang melihatnya. Momen inilah bagi siswa akan menjadi motivasi tersendiri. Seperti penghargaan untuk siswa yang paling aktif pinjam buku di perpustakaan, kelas tergiat dan terapi dalam kegiatan sekolah, dll). Selain itu dapat penyerahan  prestasi di tingkat kecamatan, kabupaten ataupun yang lebih tinggi lagi.
Nilai upacara
           Kekhikmatan upacara bendera hari Senin sering dinodai oleh siswa yang tidak paham akan manfaat upacara bendera. Kondisi ini  biasanya langsung ditindaklanjuti oleh waka kesiswaan bersama STP2K yang telah berkoordinasi dengan BP.  Harapan dari tidak lanjut tersebut adalah agar upacara pada minggu depan tidak terusik oleh hal – hal  sebagaimana hari   itu.
         Kemudian selesai upacara pun diabsen untuk mengetahui siapa siswa yang tidak ikut upacara dan apa alasannya. Jika benar tidak ikut karena kesengajaan mereka juga diberi sanksi.
           Lalu bagaimana mereka yang selalu aktif upacara bahkan menjadi petugasnya ? Apakah sekolah memberikan nilai tersendiri ? Kondisi inilah yang sering kita lupa. Ketika ditanya jawabannyapun standar yakni nilai upacara inklud pada nilai PKn. Benarkah ? Padahal kalau kita lihat upacara merupakan bagian dari kegiatan kesiswaan. Terutama sekbib bela negara.
           Untuk itu, bagaimana jika pada raport siswa ada ruang tersendiri untuk nilai upacara. Alasannya
 1) Upacara dilaksanakan rutin pada hari Senin dan selalu diabsen;
 2) Adanya alokasi waktu yang terprogram yakni 1 jam pelajaran;
 3) Siswa harus berseragam OSIS lengkap;
 4) Adanya indikator yang jelas dari kegiatan upacara. 
           Semoga dengan adanya ruang penilaian tersendiri untuk upacara berbendera dapat
memberi rasa keadilan bagi siswa yang aktif dan yang selalu bolos di kala upacara bendera.
                                                                                             
   Abdul Basyid, S.Pd
   Pengajar di SMA N 1 Kaliwungu 



NU bukan Nunut Urip

NU bukan Nunut Urip
Oleh Abdul Basyid*

   Nahdlotul Ulama atau NU adalah jam'iyah diniyah ( organisasi keagamaan ) yang berdiri  pada tanggal 16 Rajab 1344 H atau 31 Januari 1926 M di Jombang Jawa Timur yang pandegani oleh K.H. Hasyim As'ari. Nahdlotul Ulama yang berarti kebangkitan para ulama.
   Tujuan didirikannya NU adalah memelihara, melestarikan, dan mengamalkan ajaran islam yang berhaluan Ahlussunah Waljamaah dengan menganut salah satu mazhab, serta mempersatukan langkah para ulama beserta pengikut - pengikutnya dan melakukan kegiatan - kegiatan yang bertujuan untuk menciptakan kemaslahatan masyarakat, kemajuan bangsa dan ketinggian harkat serta martabat manusia.
Dari tujuan itu, jelas jika NU sebenarnya sangat peduli sekali terhadap sumber daya manusia dan kemajuan bangsa. NU menyadari betul bahwa semakin tinggi kualitas sumberdaya yang dimiliki sebuah bangsa akan berimbas pada kemajuan bangsa. Seperti Jepang, Jerman, dan lain - lain. Apalagi di era globalisasi informasi dan persaingan dunia usaha. Di mana pada masa ini manusia yang berkualitas dan berdedikasi tinggi mereka yang mampu memenangkan persaingan.
Di sisi lain NU juga harus membetengi ummatnya agar martabatnya tidak dirusak oleh arus globalisasi informasi. Banyak generasi emas bangsa ini yang berguguran di tengan jalan masa depannya karena tidak mampu menahan kuatnya arus globalisasi informasi. Bahkan yang amat disayangkan munculnya budaya kekerasan di setiap penyelesaian masalah. Mereaka lebih percaya kepada pentungan dan lemparan batu dari pada putusan pengadilan. Jika budaya kekerasan ini terus berkembang akan  mengganggu kehidupan berbangsa dan bernegara. Yang ujung - ujungnya dapat  mengusik keberadaan Pancasila dan NKRI. Padahal bagi NU Pancasila dan NKRI adalah final.
Menunggu Kebijakan Kang Said
Pasca muktamar NU 2010 di Makassar banyak kalangan intelektual muda NU  menunggu kebijakan strategis dari KH Agil Siraj selaku ketua  umum PBNU. Terutama kebijakan  yang berhubungan dengan  semakin rumitnya persoalan bangsa. Diantaranya  yang menyangkut hajat hidup orang banyak yakni masalah kebutuhan pokok dan pengangguran intelektual.
Jika dicermati secara jernih permasalahan tersebut tiap tahun terus terjadi. Ini seirama dengan berubahnya mainstrem masyarakat Indonesia yakni dari pertanian ke Industri. Melihat fenomena tersebut sebaiknya  PBNU melakukan refitalisasi  lembaga NU, seperti LP2NU, LAZISNU, LPKNU, LAKPESDAM. Agar mereka yang duduk dalam kepengurusan lembaga itu dapat berkarya lebih nyata untuk kemaslahatan ummat. Bahkan jika perlu ada reposisi dan koordinasi yang lebih intens ke tingkat bawah.   Dengan harapan semua program lebih terarah dan bisa dirasakan oleh ummat. Disamping itu juga akan menciptakan kemandirian.
Dan yang tidak kalahnya pentingnya atau bahkan lewat dibenak PBNU adalah masalah TKI. Persoalan TKI cukup menyita energi. Setiap tahunnya selalu ada TKI yang bermasalah dan selalu pulang paksa. Ironisnya yang berangkat pun juga banyak. Bahkan kebanyakan TKI tersebut dari kantong - kantong NU di tanah air. Maka tidak salahnya jika PBNU turut serta menyelesaikannya. Apalagi menteri menakernya dari  kader NU. Ditambah lagi NU memilik cabang istimewa di luar negeri. 

    
Abdul Basyid
Sekretaris Lesbumi kec. Kaliwungu Selatan
Tinggal di perumahan Kaliwungu Indah




NU Tidak Sekedar Tahlil, Manaqib, dan Qunut

NU Tidak Sekedar Tahlil, Manaqib, dan Qunut
Oleh Abdul Basyid*

     Tanggal 31 Januari usia Nahdlotul Ulama genab berusia 85 tahun.  Sebagai jam'iyah diniyah ( organisasi keagamaan ) NU mempunyai tanggung yang tidak ringan terutama yang menyangkut harkat dan martabat manusia ( ummat ). Apalagi di tengah   masyarakat yang sedang mengalami euforia   kebebasan memilih dan kebebasan berkenyakinan.
Melihat kondisi tersebut secara NU sebagai jama'ah atau jam'iyah harus berperan aktif dalam menyongsong perubahan tersebut. Mengingat mayoritas penduduk Indonesia adalah  NU dan kebanyakan berada di desa.
    Upaya proaktif dalam menyikapi kondisi perubahan jaman selaras dengan tujuan didirikannya NU yakni memelihara, melestarikan, dan mengamalkan ajaran islam yang berhaluan Ahlussunah Waljamaah dengan menganut salah satu mazhab, serta mempersatukan langkah para ulama beserta pengikut - pengikutnya dan melakukan kegiatan - kegiatan yang bertujuan untuk menciptakan kemaslahatan masyarakat, kemajuan bangsa dan ketinggian harkat serta martabat manusia.
Dari tujuan itu, jelas bila NU tidak hanya berkutat dengan tahlil dan manaqib seperti yang dituduhkan organisasi lain. NU sangat peduli sekali terhadap kualitas hidup  manusia ( khoirul ummah) baik kualitas keilmuan maupun kualitas material. Karena itu, akan berdampak terhadap kemajuan bangsa. Dan ini oleh NU disadari betul, bahwa semakin tinggi kualitas sumberdaya yang dimiliki sebuah bangsa akan berimbas pada kemakmuran bangsa. Seperti Jepang, Jerman, dan lain - lain.
Di sisi lain NU juga harus membetengi ummatnya agar martabat dan kenyakinannya dirusak oleh arus globalisasi informasi. Banyak generasi muda  bangsa ini yang terpaksa berguguran di tengan jalan  karena  mereka  tidak siap menahan kuatnya arus globalisasi informasi. Ini bisa dilihat dari banyaknya  prilaku mereka yang menyimpang.     
Bahkan yang tidak kalah histerisnya adalah munculnya budaya kekerasan di setiap kali ingin menyelesaikan masalah. Mereka lebih percaya kepada pentungan dan lemparan batu dari pada putusan  sang pengadil.
Refitalisasi dan Reposisi Lembaga  NU
      Melihat semakin besarnya tantangan ke depan NU ke depan tidak ada salahnya jika NU melakukan refitalisasi semua lembaga yang berada di bawah NU. Buka kesadarannya, ubah maind sett nya dari aktif ke kreatif, dari apa yang harus saya kerjakan menjadi saya harus bekerja. Jika semangat itu tumbuh pada setiap pelaku organisasi maka  NU akan benar - benar NU. Bukan NU yang berarti nunut urip.
Gerakan Khoirul Ummah 
      Untuk menyukseskan gerakan khoirul ummah NU memantabkan tiga pilar jalur yakni dakwah, pendidikan dan sosial kemasyarakatan. Jalur dakwah pada NU menjadi tanggung jawab lembaga dakwah NU ( LDNU ). Lembaga ini bertugas menyiapkan dai – dai muda  yang tanggungnya  melakukan sosialisasi tentang ajaran ahlussunah wal jamaah dan gerakan amal makruf nahi munkar di masyarakat. Di jalur pendidikan, NU memberi tanggung jawab kepada Lembag Pendidikan ( LP ) Ma'arif.
     LP. Ma'arif mempunyai otonomi penuh untuk menentukan strategi pembelajaran di sekolah – sekolah yang ada lingkungan NU. Mulai SD / MI hingga SMA.Sedangkan sosial kemasyarakatan di lingkungan organisasi NU cukup banyak. Baik yang bentukan PBNU atau PP. Muslimat. Yang bentukan PBNU seperti LP2NU, LAZISNU, LPKNU, LAKPESDAM dan lain - lain. Sedangkan yang  bentukan muslimat seperti panti asuhan, rumah bersalin, YKK NU, TK Muslimat dan lain - lain.
Semoga keberadaan Nahdlotul Ulama di tengah masyarakat dapat menciptakan ukhuwah wathoniyah, ukhuwah basyariyah dan ukhuwah islamiyah.  Amin.
Abdul Basyid
Sekretaris Lesbumi kec. Kaliwungu Selatan
Tinggal di perumahan Kaliwungu Indah

Cara Sehat Menghadapi Ujian Nasional

Bulan pertama di semester kedua  sebentar lagi berakhir. Pelaksanaan ujian pun tinggal menghitung hari ( 18 – 21 April ). Untuk siswa kelas XII pikiran  dan energi mulai tertuju ke ujian nasional ( UN ). Bagi pelajar  yang suka tantangan tidak ada alasan takut atau stress ketika akan menghadapi ujian nasional. Menurutnya ujian nasional itu menjadi begitu luar biasa karena pemberitaan media massa dan perdebatan pro dan setuju yang tak kunjung selesai.
      Bagi siswa yang suka tantangan ujian nasional,  merupakan kesempatan yang paling berharga untuk membuktikan kepada orang tua selama bersekolah. Sekaligus sebagai awal untuk untuk berkarya di masyarakat  bagi siswa SMA atau SMK yang tidak melanjutkan. Sedangkan  bagi siswa SD, SMP, dan SMA yang ingin melanjutkan uijan nasional merupakan kunci untuk membuka prestasi yang lebih tinggi.
          Agar ujian nasional dapat berbuah maksimal harus kita songsong. Salah satunya dengan resep empat sehat lima sempurna. Pertama Mengatur waktu. Waktu setiap hari tidak pernah berkurang atau bertambah yakni 24 jam. Siapa pun orangnya, apapun profesinya tetap mendapat jatah yang sama. Bagi siswa yang ingin sukses dalam uijan nasional langkah pertama harus dapat menyusun skala prioritas. Artinya hal – hal tidak perlu yang selama ini cukup menyita waktu, untuk sementara ditunda dahulu.
          Kedua Belajar. Memang belajar sudah dilakukan selama ini. Tapi untuk meyambut tamu istimewa yang bernama ujian nasional belajar harus sedikit dinaikan intensitasnya. Agar buah yang dihasilkan tidak mengecewakan. Tiga perbanyak variasi latihan soal. Setiap kali akan ujian nasional pemerintah terlebih dahulu mengeluarkan rambu – rambu soal / standar kelulusan. Dengan harapan belajar siswa lebih terarah. Disamping itu, siswa juga bisa menerka – terka soal – soal seperti apa yang akan diujikan nanti. Dengan memperbanyak variasi latihan soal insyaallah akan menambah perbendaharaan siswa. Ingat peribahasa lancar kaji karena diulang.
          Empat Konsultasi kepada guru. Salah satu penghambat kelancaran proses belajar mengajar adalah kurangnya komukasi antara guru dan siswa. Bapak ibu guru sudah membuka ruang seluas – luasnya, bahkan sampai pintu rumahnya dibuka  selebar – lebarnya untuk siswa yang mengalami masalah persiapan  ujian nasional. Baik itu masalah akademik maupun nonakademik. Bapak ibu guru tidak meminta imbalan sedikitpun dari kegiatan tersebut. Bagi bapak ibu guru keberhasilan siswa dalam melaksanakan ujian adalah sesuatu yang tiada terkira harganya. Bahkan melebihi dari 100 kali jumlah rupiah sertifikasi.
          Keempat resep tersebut jika dijalankan secara istiqomah, ujian nasional tidak lagi menjadi terror bagi siswa. Namun demikian, tidak ada jeleknya bila resep ujian nasional tersebut kita sempurnakan dengan yang kelima yakni berdoa.  Berdoa secara etimologis berarti "meminta kepada Allah" . Bagi mereka yang  mempunyai keinginan ( hajat)  ukhrawi maupun duniawi diharapkan lebih mendekatkan diri kepadaNya. Karena berdoa bukanlah untuk kepentingan Allah melainkan untuk kepentingan manusia itu sendiri. Maka janganlah diperdebatkan ketika istighosah atau doa bersama dilakukan guna memberi ketenangan mental siswa.
                                                                                                           
                                                                                                              Penulis  :
                                                                                                             Abdul Basyid, S.Pd
                                                                                                             Guru SMA N 1 Kaliwungu