Kamis, 24 Januari 2013


Sholat Dhuha
Mengapa Tidak ?
Bab I
Pendahuluan
  1. Latar Belakang

    " Tidak Ku ciptakan jin dan manusia, kecuali hanya untuk menyembah kepada Ku ".
Dari arti ayat tersebut dapat jelaskan bahwa manusia punya kewajiban hakiki kepada Allah SWT yakni selalu ingat ( menyembah ) kepadaNya. Di setiap nafas yang dihembuskan dan ke mana saja kaki melangkah, entah itu malam atau siang, serta di mana pun manusia itu berada, baok dalam kondisi suka maupun duka tetap harus selalu ingat kepadanya.
Salah bentuk atau tatacara untuk mengimplementasikan rasa ingta ( menyembah )
 adalah sholat. Secara subtansional sholat itu terbagi dua yakni sholat fardlu ( sholat wajib ) dan sholat sunah. Sholat fardlu merupakan kewajiban yang harus ditunaikan setiap muslim. Sholat fardlu yang dalam waktu 24 jam terbagi dalam lima waktu yakni isya, subuh, dluhur, asyhar, dan magrib.
    Sedangkan sholat sunah adalah sholat yang boleh dilakukan, dan bila tidak dilakukan juga tidak mendapat dosa. Namun bagi mereka selalu ingin dekat dengan Sang Khalik sholat sunah merupakan media yang dipilihnya. Seperti sholat dhuha, sholat witir, atau sholattul lail. Keberadaan sholat sunah terkadang menjadi kebutuhan bagi manusia yang ingin mendapat mahabbah lebih dari Allah SWT. Karena ketika Allah cinta kepada kita, maka doa - doa yang dipanjatkan ridloNya.
II Tujuan Penulisan
Manfaat Penulisan
BabII
Pembahasan

II. Pengertian Sholat Dhuha
  
   Shalat Dhuha adalah shalat sunah yang dilakukan setelah terbit matahari sampai menjelang masuk waktu zhuhur atau ketika waktu dhuha.  Afdhalnya dilakukan pada pagi hari disaat matahari sedang naik ( kira-kira jam 7.00 pagi) atau ketika matahari mulai naik kurang lebih 7 hasta. Shalat Dhuha lebih dikenal dengan shalat sunah untuk memohon rizki dari Allah, berdasarkan hadits Nabi : " Allah berfirman : Wahai anak Adam, jangan sekali-kali engkau malas mengerjakan empat rakaat pada waktu permulaan siang ( Shalat Dhuha ) niscaya pasti akan Aku cukupkan kebutuhanmu pada akhir harinya " ( HR.Hakim dan Thabrani ).
   Shalat Dhuha adalah shalat sunnat yang dilakukan seorang muslim ketika waktu dhuha. Waktu dhuha adalah waktu ketika matahari mulai naik kurang lebih 7 hasta sejak terbitnya (kira-kira pukul tujuh pagi) hingga waktu dzuhur. Jumlah raka’at shalat dhuha bisa dengan 2,4,8 atau 12 raka’at. Dan dilakukan dalam satuan 2 raka’at sekali salam.

III. Dasar Sholat Dhuha

Hadits Rasulullah SAW terkait shalat dhuha antara lain :
“Barang siapa shalat Dhuha 12 rakaat, Allah akan membuatkan untuknya istana    
 disurga”
 (H.R. Tirmiji dan Abu Majah)
“Siapapun yang melaksanakan shalat dhuha dengan langgeng, akan diampuni dosanya oleh Allah, sekalipun dosa itu sebanyak buih di lautan.”
(H.R Tirmidzi)
“Dari Ummu Hani bahwa Rasulullah SAW shalat dhuha 8 rakaat dan bersalam tiap dua rakaat.”
 ( HR Abu Daud )
“Dari Zaid bin Arqam ra. Berkata,”Nabi SAW keluar ke penduduk Quba dan mereka sedang shalat dhuha‘. Beliau bersabda,?Shalat awwabin (duha‘) berakhir hingga panas menyengat (tengah hari).”
( HR Ahmad Muslim dan Tirmidzi )
“Rasulullah bersabda di dalam Hadits Qudsi, Allah SWT berfirman, “Wahai anak Adam, jangan sekali-kali engkau malas mengerjakan empat rakaat shalat dhuha, karena dengan shalat tersebut, Aku cukupkan kebutuhanmu pada sore harinya.” ( HR Hakim & Thabrani )
“Barangsiapa yang masih berdiam diri di masjid atau tempat shalatnya setelah shalat shubuh karena melakukan i’tikaf, berzikir, dan melakukan dua rakaat shalat dhuha disertai tidak berkata sesuatu kecuali kebaikan, maka dosa-dosanya akan diampuni meskipun banyaknya melebihi buih di lautan.”
 (HR Abu Daud)
VI. Keutamaan Sholat Dhuha
   
    Allah SWT dalam beberapa ayat bersumpah dengan waktu dhuha. Seperti dalam pembukaan surat Assyams, Allah berfirman, ''Demi matahari dan demi waktu dhuha.'' Bahkan, ada surat khusus di Alquran dengan nama Addhuha. Menurut keterangan Imam Arrazi bahwa bila Allah SWT  bersumpah dengan nama sesuatu, itu artinya ada sesuatu yang ingin ditunjukan kepada mahluknya dan didalamnya pasti ada sesuatu yang agung dan besar manfaatnya.
Seperti sumpah Allah dengan waktu dhuha, itu artinya waktu dhuha adalah waktu yang sangat penting. Dan ini sinergi dengan doa Rasulullah SAW: Allahumma baarik ummatii fii bukuurihaa. Artinya, ''Ya Allah berilah keberkahan kepada umatku di waktu pagi.'' Maka beruntung sekali bagi orang-orang yang aktif dan bangun di waktu pagi (waktu subuh dan dhuha) untuk beribadah kepada Allah dan mencari nafkah yang halal, ia akan mendapatkan keberkahan. Sebaliknya, mereka yang terlena dalam mimpi-mimpi dan tidak sempat shalat Subuh pada waktunya, ia tidak kebagian keberkahan itu.
    Keberkahan lain dari sholat dhuha adalah , seperti hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Abu Dzar ,
 '' Bagi tiap-tiap ruas anggota tubuh kalian hendaklah dikeluarkan sedekah baginya setiap pagi. Satu kali membaca tasbih (subhanallah) adalah sedekah, satu kali membaca tahmid (alhamdulillah) adalah sedekah, satu kali membaca takbir (Allahu Akbar) adalah sedekah, menyuruh berbuat baik adalah sedekah, dan mencegah kemungkaran adalah sedekah. Dan, semua itu bisa diganti dengan dua rakaat shalat Dhuha.''
(HR Muslim).
Sedangkan  hadist lain  dari Aisyah menceritakan bahwa Rasulullah SAW selalu melaksanakan shalat Dhuha empat rakaat. Dalam riwayat Ummu Hani', ''Kadang Rasulullah SAW melaksanakan shalat Dhuha sampai delapan rakaat.'' (HR Muslim). Imam Attirmidzi dan Imam Atthabrani meriwayatkan sebuah hadis yang menjelaskan bahwa bila seseorang melaksanakan shalat Subuh berjamaah di masjid, lalu ia berdiam di tempat shalatnya sampai tiba waktu dhuha, kemudian ia melaksanakan shalat Dhuha, ia akan mendapatkan pahala seperti naik haji dan umrah diterima. Para ulama hadis merekomendasikan hadis ini kedudukannya hasan.
    Jadi jelaslah,  bahwa shalat Dhuha mempunyai keutamaan yang sangat luar biasa dan sekaligus sebagai upaya untuk selalu dekat dengan Allah SWT.
Beberapa keutamaan sholat dhuha:
 1. Mendapat pengampunan dosa dari oleh Allah SWT, sekalipun dosa itu sebanyak
   buih di lautan.
 2. Dibuatkan untuknya istana disurga
 3. Dicukupkan kebutuhannya pada pagi dan sore

V. Hikmah Sholat Dhuha
Hikmah adalah energi positif yang diperoleh dari dari nilai - nilai yang terdapat disetiap prilaku atau amaliah dilaksanakan. Hikmah itu bersifat individulis. Artinya hikmah itu dapat dirasakan oleh setiap manusia namun sulit untuk tularkan. Hikmah yang melekat pada harta wujudnya berupa barokah.
Berikut ini beberapa contoh hikmah yang dapat dirasakan oleh :
1. Pelajar
   a. Mudah memahami soal.
   b. Mudah mengerjakan soal.
   c. Nilai tes atau ujian melebihi dari yang ditargetkan
   d. Naik kelas
   e. Lulus Ujian sekolah atau nasional 
   f. Tidak mudah strees
   g. Ilmu lebih bermanfaat
   h. Mudah mencari pekerjaan, dll.
2. Pekerja / wiraswasta / pegawai
   a. Pikiran lebih tenang
   b. Selalu berpikiran positif
   c. Jauh dari budaya hedonisme
   d. Hidup lebih terkontrol
   e. Dijauhkan dari sifat iri, sombong, ujub, dll. 
VI. Bacaan Sholat Dhuha
  1. Niat Sholat Dhuha
"Ushalli sunnatal Dhuha rakataini lillahi Ta'aalaa"
    Artinya : aku niat shalat sunnah dhuha dua rakaat karena Allah
  2. Bacaan Sholat Dhuha
Surat yang dibaca dalam sholat dhuha:
    Pada hakekatnya tidak diatur surat apa yg wajib dibaca, tapi disunnahkan
    pada rakaat I :
    Setelah membaca surat al-fatihah lalu membaca surat asy-syamsu.
    jika tidak hafal cukup membaca Qulya.
    pada rakaat II :
    Setelah membaca surat al-fatihah lalu membaca surat adh-dhuha.
    jika tidak hafal cukup membaca Qulhu.
VII. Rekaat
“Barang siapa shalat Dhuha 12 rakaat, Allah akan membuatkan untuknya istana di surga”
(H.R. Tirmiji dan Abu Majah)
“Dari Ummu Hani bahwa Rasulullah SAW shalat dhuha 8 rakaat dan bersalam tiap dua rakaat.”
(HR Abu Daud)
   Jumlah raka’at shalat dhuha bisa dengan 2,4,8 atau 12 raka’at. Dan dilakukan dalam
   satuan 2 raka’at sekali salam.
VIII. Doa
Doa Setelah Sholat Dhuha

 Doa sesudah sholat dhuha

ALLAHUMMA INNADH DHUHA-A DHUHA-UKA, WAL BAHAA-A BAHAA-UKA,
WAL JAMAALA JAMAALUKA, WAL QUWWATA QUWWATUKA, WAL QUDRATA QUDRATUKA, WAL ISHMATA ISHMATUKA. ALLAHUMA INKAANA RIZQI FIS SAMMA-I FA ANZILHU, WA INKAANA FIL ARDHI FA-AKHRIJHU, WA INKAANA MU’ASARAN FAYASSIRHU, WAINKAANA HARAAMAN FATHAHHIRHU, WA INKAANA BA’IDAN FA QARIBHU, BIHAQQIDUHAA-IKA WA BAHAAIKA, WA JAMAALIKA WA QUWWATIKA WA QUDRATIKA, AATINI MAA ATAITA ‘IBAADAKASH SHALIHIN.

Artinya: “Wahai Tuhanku, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu,   
        keagungan adalah keagunan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan
        adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu, Wahai Tuhanku, apabila
        rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi
        maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah,
        apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, kekuasaan-Mu (Wahai
        Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada  
        hamba-hambaMu yang soleh”.